CERPEN - CINTA YANG TAKKAN MUNGKIN KEMBALI

CINTA YANG TAKKAN MUNGKIN KEMBALI
sebuah karya tulisan dari "Ayu Echa Saghita"



Namaku Karina. Aku duduk di kelas IX. Suatu pagi aku dan sahabatku asyik duduk-duduk ditaman dekat kelasku. Ketiga sahabatku bernama Vitha, Adi dan Angel. Kami sedang asyik membicarakan hari-hari yang spesial yang akan dinantikan. Tiba-tiba bel masuk kelas berbunyi. Aku dan ketiga sahabatku masuk kelas dan belajar dengan penuh semangat. Dua jam kemudian, bel pulang sekolah berbunyi tanda siswa pulang kerumah masing-masing.
Di perjalanan pulang, aku memikirkan hadiah apa yang cocok untuk orang yang spesial dihatiku itu. Di sepanjang perjalanan aku melihat Adi dengan orang spesialku berbincang-bincang dengan asyiknya. Aku memikirkan sesuatu “akankah gue bisa bincang-bincang kayak Adi tow pasti gue bahagia banget”.
Malam itu, aku menulis surat untuk orang spesial dihatiku yang tidak lain adalah Radit. Kakak kelasku. Aku menulis surat untuk Radit yang isinya:

Dear : Karina To : Radit
HAPPY VALENTINE DAYS
Aku minta maaf karena sudah lancang memberi kamu surat tanpa kamu tau. Tapi jujur dalam hati aku sayang banget sama kamu. Aku gak bisa hidup tanpa kamu. Apa kamu merasakan hal yang sama seperti aku? Pasti gak karena aku tau kamu gak pernah sayang sama aku. Radit, hadiah ini buat kamu. Aku minta maaf kalau hadiah itu gak berharga bagi kamu tapi bagi aku hadiah itu sangat berharga buat kamu.
Udah dulu surat dari aku, aku harap kamu mau balas surat aku tapi kalau kamu gak balas surat aku gak apa-apa
Sekali lagi HAPPY VALENTINE DAYS

Setelah menulis surat itu, aku langsung membungkusnya beserta hadiah yang akan aku berikan kepada Radit dan memasukkannya kedalam tas sekolahku.
Jam 5 pagi, aku bangun dan merapikan tempat tidurku. Aku terus saja berpikir kepada siapa aku titipkan kado itu. Setelah selesai berpakaian aku berangkat ke sekolah. Sampai di sekolah aku menaruh tasku dibangku dimana aku duduk. Aku langsung duduk sambil memperhatikan hadiah yang akan kuberikan untuk Radit. Tiba-tiba, ketiga sahabatku mengagetkanku. “Darrrrr…ayo buat capa tuh kadonya?” tanya Vitha. “buat orang spesial gue! Aduch udah gak sabaran ney mau ngasi ke dia”. Jawab aku dengan penuh keceriaan. ”emang siapa sih orang spesial loe itu?” Angel yang penasaran. “loe tau kan Radit? Kakak kelas kita yang hobby basket itu” jawabku. “Owh….. Radit itu? Rasa penasaran Angel hilang seketika mendengar jawabanku itu. “tapi sama siapa gue nitip nie kado?”. Masa gue sendiri sih yang ngasi kan gue malu sama Radit” aku dengan wajah murung. “tenang, sama gue aja titip pasti beres, kan gue kenal sama Radit. Apalagi Radit itu sering maen basket sama gue and Radit sering main kerumah gue tau” Adi dengan penuh keyakinan. “Ya deh gue titip sama loe tapi jangan dibaca yaw plis and inget kasi sama Radit.” aku memohon pada Adi. “yapz, pasti bozzz!!” Adi dengan semangat membantuku. “makasi ya friends kalian emang sahabat gue yang baik and perhatian banget sama gue.” Aku berterima kasih kepada tiga sahabatku yang sering membantuku dalam kesusahan.
Sekitar 1 minggu lamanya sudah aku menunggu balasan surat dari Radit. Tiba-tiba pas perjalanan menuju gerbong sekolah Adi datang menghampiriku membawa sebuah kado kecil yang indah. “Adi, apa yang loe bawa tow?” aku penasaran. “ney kado dari Radit buat loe.” Adi menyerahkan kado kecil itu kepadaku saat pulang sekolah.
Sampai dirumah, aku membaca surat dari Radit yang isinya:

Dear : Radit To : Karina
HAPPY VALENTINE DAYS JUGA
Soal kamu minta maaf aku gak apa-apa kok. Aku gak marah sama sekali sama kamu. Soal kamu suka sama aku itu aku belum bisa menjawabnya tapi aku akan jawab nanti kalau kita sudah dewasa nanti sekarang kita hanya sebatas teman dekat. Soal hadiah itu aku suka apalagi yang memberikan hadiah itu cantik kayak kamu siapa yang bilang jelek hadiah itu? Hanya orang yang gak tau aja bilang hadiah kamu jelek.
Cuma itu aja surat dari aku, aku harap kamu gak marah dengan jawaban aku yang hanya nganggap kamu sebagai teman dekat. Aku minta maaf .
HAPPY VALENTINE DAYS TOO

Setelah membaca surat itu, hatiku sangat tertekan dan aku tidak bisa melupakan semua ucapan Radit didalam surat itu.
Besoknya, Adi menemuiku saat aku sedang duduk dibangku. “Karin, loe punya foto waktu kita tamasya SD tow gak?” Tanya Adi. “punya sih, tapi buat apaan? Loe mow nyantet gue?” aku dengan penasaran. Tiba-tiba Adi dengan wajah serem “enak aja loe, gue nie kan sahabat elo ngapain lagi gue nyantet loe. Gue tow disuruh sama Radit mintain foto loe yang imoet tow tau!”. “ya besok gue bawain. Awas ya loe yang ngambil foto gue”. aku dengan wajah jutek. “gak kali jennkk” Adi berusaha meyakinkanku. Tak lama kemudian, Adi langsung pergi ke kantin meninggalkanku yang sedang duduk dibangku.
Besoknya, aku berjalan sambil memikirkan bagaimana caranya melupakan orang yang paling kita sayangi dan aku menghampiri Adi membawa foto yang dimintanya kemarin. ”Adi, nie fotonya!”.aku dengan wajah yg pucat. “ya makasi, loe kenapa Karin? Adi penasaran. “gue gak kenapa-kenapa kok!. aku berusaha menyembunyikan kepedihanku. Karena memikirkan surat pemberian Radit itu, aku tiba-tiba sakit kepala dan aku diizinkan pulang oleh guru karena kondisiku tidak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran.
Satu bulan pun berlalu, aku sudah kembali dengan kondisi yang segar dan bersemangat. aku sudah bisa melupakan Radit yang dulunya sangat aku sayangi tapi cintaku bertepuk sebelah tangan.Radit hanya menganggap aku sebatas teman dekat.
Suatu hari aku mengikuti acara pentas kesenian tari yang diadakan didesaku. Saat itu aku dilihat terus dengan tatapan yang begitu indah oleh seorang cowok yang bernama Mike. Aku merasa diriku begitu istimewa didepan mata cowok itu tetapi aku tidak menghiraukannya. Suatu hari ada acara keagamaan aku dan teman-teman penari lainnya sembahyang dan setelah itu aku menonton acara yang sangat asyik. Saat acara itu berlangsung tiba-tiba Mike mendekatiku dan menyatakan cinta padaku, tanpa basa-basi aku menerima cintanya Mike agar bisa melupakan Radit secepatnya.
Besoknya, Mike mengajakku ketemuan. Saat itu Mike memujiku yang cantik, baik, polos dan gak berlebihan. Aku merasa diriku mendapat pujian yang sangat membuat diriku terpesona dan percaya dengan semua kata-kata manis Mike.
Beberapa minggu kemudian, Mike mengajakku ketemuan yang kedua kalinya disuatu tempat. Saat itu aku sedang sibuk membuat tugas yang begitu banyak. Karena aku tidak bisa ketemuan saat itu, tanpa berpikir panjang Mike langsung memutusiku. Dan aku merasa sakit hati dan menyesal sudah menerima Mike yang tidak sungguh mencintaiku. Aku merasa diriku terpukul saat kejadian itu.
Beberapa bulan kemudian, aku bisa melupakan Mike yang telah menusuk hatiku. Disebuah tempat yang indah dan sejuk seakan angin menerbangkan dedaunan, aku duduk termenung dengan wajah yang pucat. Saat itu aku menangis melampiaskan semua isi hatiku agar bisa melupakan kenanganku dengan Mike. Saat aku menangis, tiba-tiba Radit menghampiriku. “hey, ngapain kamu disini?” Radit bertanya padaku yang sambil menangis. “kamu ngapain disini?” aku membalikkan pertanyaan Radit. “ow, aku lagi lancong nie. Biasa aku kemari refreshing tadi banyak banget ada tugas aduh sibuk dech. Oia, boleh aku duduk disampingmu?” Radit langsung duduk disampingku tanpa persetujuanku. “Kamu ngapain disini? Kenapa sih? Ada masalah ya?” Radit penasaran. “aku gak kanapa-kenapa? Jangan dah dibahas gak penting deh” aku sambil mengusap air mataku. ”ya deh aku gak akan bahas soal kamu” Radit yang pasrah. Setelah sekian lama berbincang-bincang aku bisa melupakan semua kenanganku dengan Mike tiba-tiba Radit ingin menanyakan sesuatu. “aku minta maaf…..?” kata-kata Radit tertahan. “minta maaf kenapa?” aku penasaran. “soal surat yang kamu kasi ke aku itu, aku Cuma menganggap kamu sebagai tman dekat. Tapi jujur aku cinta sama kamu Karin. Sebenarnya aku suka sama kamu dari dulu tapi aku takut menyatakan cinta aku sama kamu karena…..Mike itu juga suka sama kamu.” Kata-kata Radit tertahan sebelum mengatakan Mike suka sama aku. “jangan bahas soal Mike. Aku udah gak suka sama dia. Asal kamu tau aku udah putus sama Mike. Gara-gara saat itu Mike mengajak aku ketemuan tapi pas itu aku lagi sibuk buat tugas banyak banget.” aku yang menceritakan semua kejadianku dengan Mike pada Radit. “tapi kalau aku menyatakan cinta lagi sama kamu gimana? Apa kamu mau merima aku?” Radit yang mengharapkan jawabanku. “tanpa pikir panjang aku menerima Radit saat itu karena aku juga cinta banget sama Radit. “ya aku menerima kamu. Tapi kamu harus janji sama aku!” aku membuat perjanjian dengan Radit. “ya aku mau janji sama kamu. Aku pasti bisa menepati semua janji dari kamu.” Radit yang ingin menepati semua janjiku. “kamu mau janji kan kamu gak akan ngianatin aku lagi, gak akan nyakitin hati aku dan kamu harus selalu jujur sama aku”. “ya cantik aku janji sama kamu!. Radit yang memastikan semua janji-janjiku dan memujiku dengan senyuman yang manis.
Seminggu setelah jadian dengan Radit, Radit mengajakku ketemuan. Saat ketemuan malam itu adalah malam valentine. Radit memeluk erat tubuhku. aku merasakan betapa tulusnya rasa cinta Radit. Setelah aku berpelukan, aku memberikan sesuatu pada Radit. Radit mengucapkan terima kasih padaku dan mencium pipiku. Radit akan berjanji memberikan hadiah untukku besok. Aku begitu bahagia mempunyai pacar seperti Radit. Pagi hari disekolah, aku menceritakan semua pertemuanku dengan Radit kepada ketiga sahabatku. Setelah itu, aku ingin jalan-jalan disekitar sekolahku. Tiba-tiba aku tidak sengaja bertemu dengan Radit dan Radit tersenyum padaku. Saat itu juga aku tersenyum manis.
Tidak ada beberapa bulan, Radit menyatakan putus denganku karena dia tau bahwa sahabatnya Mike masih suka sama aku. Aku dengan terpaksa menerima keputusan Radit karena aku tau itu yang terbaik untuk Radit. Walau sakit yang kurasakan, aku tidak akan bisa melupakan Radit untuk selamanya.
Menunggu sekian lama apa yang dikatakan Radit kalau Mike itu masih suka sama aku tidak benar. Mike hanya selalu cuek sama aku. Walaupun begitu aku tidak akan mungkin memaksa agar Mike suka sama aku. Aku merelakan semuanya dan hanya Tuhan yang mengatur semuanya. Aku benci sama Radit tapi rasa benci itu tidak akan lama karena dalam hatiku tidak bisa melupakan semua kenanganku bersama Radit.
Aku masih sayang sama Radit. Tapi apakah Radit masih sayang sama aku?. Aku bertemu dengan Radit disuatu tempat. “Radit, aku masih sayang sama kamu. Apa kamu gak kasian liat aku seperti ini? Aku yang bersedih. “bukannya gitu tapi, aku takut nanti aku dibilang teman makan teman, aku takut !” Radit meyakinkanku. “ya kalau begitu gak apa-apa semoga kamu dapat cewek yang lebih baik n cantik dari aku.!” aku meninggalkan Radit sambil menangis.
Saat kejadian itu, aku merasa hatiku terpukul dan hancur berantakan. Aku sangat terpaksa merelakan semua kenanganku dengan Radit. Walaupun begitu aku tidak akan bisa melupakan Radit untuk selamanya karena rasa cinta dan sayangku hanya untuk Radit selama-lamanya.
Beberapa tahun kemudian, aku merasa berubah dengan diriku. Perubahan yang bisa membuat diriku bersemangat lagi. Aku bahagia dan bisa merubah kekecewaan menjadi keteduhan dalam hatiku. Akan tetapi, dalam hatiku masih terkenang sosok yang sangat aku sayangi dan takkan terlupakan yaitu Radit. Walau Radit tidak dapat aku miliki sampai kapanpun aku akan tetap membuka hatiku untuk Radit. Walau aku tau Radit sikapnya berubah saat bertemu aku, aku bahagia karena sempat memiliki Radit. Dalam hidupku akan selamanya mengingat diri Radit. Saat kejadian yang menyedihkan itu, aku telah memiliki komitmen bahwa hanya Tuhan yang tau siapa yang pantas untuk kita, cinta tak harus memiliki, berpikirlah dengan matang sebelum menerima orang yang mencintai diri kita dan lebih baik dicintai daripada mencintai karena jika kita mencintai belum tentu orang yang kita cintai mencintai diri kita dan membuat kita sakit hati dan jika kita dicintai maka kita belajarlah mencintai orang yang mencintai diri kita.

TAMAT
Share on Google Plus

About rodhie sutrawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment